Jelang Lebaran, Gubernur Sumut Tinjau Pasar di Medan

Redaksi - Jumat, 25 Juli 2014 03:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072014/beritasumut_Cabai.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho didampingi Wakil Gubernur Tengku Erry Nuradi memantau kesiapan pasar tradisional dan modern dalam menyambut perayaan Idul Fitri 1435 H di Medan, Kamis (24/7/2014).  Hasil kunjungan tersebut, secara umum stok ketersediaan bahan pokok pangan mencukupi dengan kenaikan harga yang masih wajar.“Kita memastikan stok bahan pangan mencukupi dengan kenaikan harga yang wajar,” ujar Gubernur. Tim juga memastikan tidak terjadi penimbunan sehingga dapoat menyebabkan kenaikan harga. “Sampai saat ini belum ditemukan penimbunan,” imbuhnya.Menurut Gatot, kenaikan harga pangan lebih pada faktor psikologi pasar yang terpengaruh menjelang perayaan Hari Idul Fitri. Namun kenaikan harga yang terjadi masih dalam kewajaran, bahkan untuk komoditi tertentu seperti cabai merah mengalami penurunan harga akibat panen raya. Di pasar tradisional, Gubernur Sumut menemukan harga cabai mencapai Rp20 ribu per kilogram.Gubernur Sumut juga mendapati harga daging yang lebih murah dibandingkan yang dijual di pasar tradisional di Kota Medan. Fakta ini didapati Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut saat meninjau Pusat Pasar Medan dan pusat perbelanjaan modern, Carrefour di Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto bersama rombongan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)."Daging (sapi) yang dijual ini harganya Rp77 ribu dan berasal dari Jakarta. Namun begitu, kami juga menjual produk yang berasal dari peternak lokal," ucap Firmansyah Barus, Regional Personal PT Trans Ritel Indonesia (Carrefour) menjawab pertanyaan Gubernur Sumut di lokasi.Sebelum meninjau lokasi ini, Gubernur dan rombongan sudah terlebih dulu meninjau Pusat Pasar Medan. Di sini, Gubernur dan rombongan mendapati harga daging sapi yang dijual para pedagang mencapai Rp100 ribu per kilogram. Para pedagang mengaku menjual dengan harga tersebut karena harga beli dari peternak sudah mencapai Rp85 ribu per kilogram.Di lokasi tersebut, Gubernur dan rombongan juga meninjau penjualan sejumlah produk makanan dalam kemasan, parsel, makanan hasil olahan dari kelompok UMKM, minyak goreng, dan lainnya.Dalam peninjauan ini, Gubernur mengecek sejumlah hal seperti izin edar, wilayah produksi, masa edar (kedaluarsa), keamanan produk (tidak cacat/tidak penyok) dan lainnya.Terkait hal ini semua, Gubernur mendapat penjelasan langsung dari Kepala BBPOM Medan M Ali Bata Harahap. Gubernur juga mendapat penjelasan dari pihak quality control terkait produk-produk yang dikeluarkan pihak Carrefour.Gubernur juga meninjau stand produk kerajinan rakyat (UMKM). Dalam kesempatan itu, Gubernur menekankan tentang pembayaran produk yang harus dipermudah. Mendengar hal ini pihak Carrefour menjelaskan bahwa pembayaran dilakukan antara 14-17 hari sejak kontrak ditandatangani.Dalam kunjungan itu juga dibahas tentang distribusi produk pertanian yang diharapkan bisa dilakukan langsung dari sentra pertanian di daerah  menuju ke Carrefour, Plaza Medan Fair. Karena dengan skema ini, maka petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih. (BS-021)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Ekonomi

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Ekonomi

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Ekonomi

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Ekonomi

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Ekonomi

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern