Medan, (beritasumut.com) – Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Vita Nova mengaku sangat tertarik dengan hasil kerajinan tangan produk unggulan hasil produksi para pengerajin yang merupakan binaan Dekranasda Provinsi Sumatera Utara (Sumut) maupun Dekranasda Kota Medan. Selain bentuknya menarik, motif dan desainnya juga baru serta warnanya telah disesuaikan dengan selera pasar. Ditambah lagi bahan dasar yang digunakan sudah cukup baik sehingga memiliki nilai jual dan siap ekspor.Demikian diungkapkan Vita Nova saat mengunjungi salah satu tempat penghasil kerajinan tangan di Jalan Teratai, Medan, Sabtu (10/5/2014). Selain sejumlah pengurus Dekranas lainnya, istri Mendagri Gamawan Fauzi itu turut didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Sutias Handayani dan Plt Ketua Dekranasda Kota Medan Rita Maharani.Tempat penghasil kerajinan tangan yang dikunjungi itu, selama ini mengahasilkan produk unggulan di Sumut, khususnya Kota Medan seperti tenun maupun tas. Vita Nova mengaku sangat puas dengan hasil produk unggulan tersebut. Apalagi banyak hasil produk unggulan yang ditawarkan dengan model-model terbaru dan sesuai dengan selera pasar.“Bahan yang digunakan juga sudah cukup bagus. Salah satu contohnya adalah kain tenun Simalungun. Selama ini tenun Simalungun sangat tebal bahannya dan agak keras sehingga susah digunakan oleh orang di luar suku Batak yang memakainya. Mungkin dengan pembinaan yang dilakukan Dekranasda Sumut dan Kota Medan, produk tenun yang dihasilkan saat ini sudah cukup bagus,” kata Vita Nova.Selain tenun, ia juga melihat hasil kerajinan tangan tas yang dibuat dari kulit buaya, biawak dan ular yang dinilainya sudah cukup baik sehingga tertarik membelinya. Baik desain dan kegunaannya telah disesuaikan dengan selesar pasar. Hanya saja stok yang ada saat ini sangat sedikit lantaran bahan kulit terbatas.“Untuk itu saya atas nama Ketua Dekranas mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Dekranas Sumut dan Kota Medan yang telah membantu dan membina para pengerajin, termasuk mempromosikan produk-produk unggulan yang mereka hasilkan,” ungkapnya.Dari hasil silaturahmi dan komunikasi yang dilakukan kepada para pengerajin, Vita Nova mengungkapkan ada sejumlah produk unggulan para pengerajin yang diekspor ke luar negeri. Hanya saja dia belum mengetahui apakah ekspor yang dilakukan masih secara insendentil maupun telah rutin. Untuk itu akan ditindaklanjuti sehingga ekspor yang dilakukan berjalan lancar.“Saya hanya berharap jika sudah ada akses dari luar negeri untuk memasarkan produk unggulan ini, kita berharap para pengerajin dapat konsisten memenuhi pemintaan. Jangan kecewakan orang dari luar negeri yang sudah ingin membeli produk unggulan kerajinan tangan kita. Untuk itu semua yang menjadi kendala harus dapat kita carikan solusi mengatasinya,” jelasnya.Vita Nova mengungkapkan, kunjungan yang dilakukannya ini merupakan instruksi Ketua Umum Dekranas Herawati Boediono. Selain melakukan kunjungan kerja ke Dekrenasda Provinsi Sumut dan Kota Medan, juga mesosialisasikan program-program Dekranas sekaligus konsolidasi organisasi serta ingin mengetahui program-program yang telah dilakukan, termasuk bersilaturahmi dengan seluruh pengurus dan anggota Dekranasda Sumut maupun Kota Medan.Sementara itu Plt Ketua Dekranasda Kota Medan Rita Maharani Dzulmi Eldin didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Syahrizal Arif sangat mengapresiasi atas kedatangan Ketua Harian Dekranas Vita Nova ke Kota Medan. Apalagi dalam kunjungan kerjanya tersebut masih menyempatkan waktu untuk mengunjungi sejumlah tempat penghasil kerajinan tangan. Diharapkan kedatangannya itu semakin memotivasi para pengerajin untuk menghasil produk unggulan yang lebih baik lagi ke depannya.Rita mengungkapkan, selama ini telah banyak upaya yang telah dilakukan Dekranasda Kota Medan dalam upaya memajukan para pengerajin maupun pelaku UMKM seperti melakukan pembinaan maupun pelatihan-pelatihan melalui dinas terkait diantaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindang) maupun Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan.“Dari hasil pembinaan dan pelatihan yang kita lakukan, para pengerajin banyak menghasilkan produk unggulan yang cukup baik dan sudah menembus pasar ekspor seperti tas dari kulit ular, buaya maupun biawak yang dikombinasi dengan kain ulos atau songket Medan Deli. Tas ini telah diekspor sampai Eropa. Kemudian sulam keristik delima maya sari yang sudah terkenal dari dahulu juga sudah diekspor, termasuk telekung bordir dari Kecamatan Medan Area telah diekspor ke Malaysia,” ungkap Rita.Usai meninjau tempat penghasil kerajinan tangan di Jalan Teratai, Ketua Harian Dekranas beserta rombongan selanjutnya akan melihat hasil produk unggulan para pengerajin sepatu di kawasan Menteng. Sehari sebelumnya, Ketua Harian Dekranas usai bersilaturahmi dengan para pengerajin yang ada di Sumut juga melakukan talkshow di TVRI Sumut membahas tentang produk-produk unggulanpara pengerajin yang ada di Sumut. (BS-001)