BI dan Pemko Medan Tandatangani Nota Kesepahaman Sektor Pertanian

Redaksi - Senin, 05 Mei 2014 21:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052014/beritasumut_Eldin-BI.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Pelaksana Tugas Walikota Medan Dzulmi Eldin (kanan) dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut-Aceh Difi A Djohansyah menandatangani nota kesepahaman. (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Pemko Medan dan Bank Indonesia melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama sektor pertanian di wilayah Kota Medan. Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan guna menetapkan satu wilayah menjadi sentra holtikultura di Kota Medan. Diharapkan melalui langkah ini dapat meningkatkan produksi sayuran dan buah, khususnya komoditas holtikultura bawang merah.Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan Pelaksana Tugas Walikota Medan Dzulmi Eldin dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut-Aceh Difi A Djohansyah di Ruang Kuala Deli  Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut Aceh, Jalan Balaikota, Medan, Senin (5/5/2014).Dijelaskan Eldin, penandatanganan nota kesepahaman kerjasama sektor pertanian, terutama peningkatan produksi bawang merah ini dilakukan karena perkembangan kondisi makro ekonomi Kota Medan saat ini tercatat menunjukkan tingkat inflasi yang cukup tinggi di awal tahun. Malah mencatatkan bawang merah sebagai salah satu komoditi penyumbang inflasi yang cukup signifikan.“Untuk itulah nota kesepahaman ini dilakukan agar kiranya masyarakat petani dapat kita fasilitasi dalam berbagai bentuk pelatihan, pendanaan dan pendampingan serta pengembangan kelembagaan, khususnya dalam meningkatkan produktifitas bawang merah. Insya Allah kerjasama ini akan memberikan manfaat yang semakin luas kepada masyarakat, terutama yang kurang mampu,” kata Eldin.Mantan Sekda Kota Medan ini selanjutnya menyampaikan, berdasarkan Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR) Kota Medan, di sebagian kawasan Marelan telah ditetapkan sebagai pusat pengembangan pertanian holtikultura. Selain itu akan dilengkapi dengan pasar tradisional yang semakin baik dan kini dalam proses pembangunan.Kepada Dinas Pertanian dan Keluatan Kota Medan, Eldin berpesan agar terus berkoordinasi  baik dengan SKPD di lingkungan Pemko Medan maupun pihak BI guna memberhasilkan kerjasama yang telah dirancang dengan baik ini. Dengan demikian dapat diwujudkan secara nyata  dengan volume yang semakin luas nantinya.“Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, saya berharap akan membuka berbagai peluangkerjasama dengan BI di sektor lainnya pada masa yang akan datang, terutama dalam pengendalian inflasi daerah, pembinaan UMKM dan program-program penaggulangan kemiskinan lainnya,” harapnya.Selain bawang merah, Eldin juga menawarkan kerjasama pembudidayaan jambu air. Dia berharap pembudidayaan jambu air ini dapat membantu  penghasilan keluarga, sebab jambu air yang akan dibudidayakan tak pernah putus berbuah. Termasuk, pembudiyaan jambu gelutuk (jambu biji) yang buahnya tanpa biji sedikitpun.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut-Aceh Difi A Djohansyah mengatakan, periode ini BI bersama Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan akan mengembangkan klaster bawang merah. Sebagaimana diketahuibawang merah merupakan komiditi yang memberikan pengaruh terhadap capaian inflasi di Provinsi Sumut dengan andil 0,51 persen.Selain itu, jelas Didif,  bawang merah juga merupakan komiditas yang memiliki frukensi tinggi sebagai penyumbang inflasi. Untuk inflasi Kota Medan sendiri, kenaikan harga bawang merah telah menyebabkan inflasi sebanyak 7 kali pada tahun 2013. “Pilot project pengembangan klaster akan dilaksanakan di Kecamatan Medan Marelan seluas lebih kurang 5 hektar,” jelas Difi.Ditambahkannya lagi, kelompok tani yang terlibat dalam program ini sebanyak 6 kelompok. Dia berharap melalui program ini produksi bawang merah dapat ditingkatkan. Dalam ruang lingkup yang lebih besar, gerakan menanam bawang merah pada gilirannya dapat berdampak pada ketersediaan pasokan yang mempengaruhi stabilitas harga.“Penandatanganan nota kesepahaman ini tentunya menjadi langkah bagi kami dalam meningkatkan perekonomian di Kota Medan, khususnya sektor pertanian. Setelah penandatanganan ini, BI dan Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan akan  menindaklanjuti program ini dengan berbagai kegiatan seperti penanaman, studi banding, program pelatihan serta pemberdayaan kelompok tani,” paparnya. (BS-001)


Tag:
BI

Berita Terkait

Ekonomi

Merasa Kliennya Dikriminalisasi, Pengacara Lima Pengurus Kelenteng O Bin Ciong Angkat Bicara

Ekonomi

Ketua KADIN Medan Arman Chandra Diangkat Jadi Anggota Kehormatan PGI Bireuen, Kado Istimewa di Hari Ulang Tahun

Ekonomi

Judi Tembak Ikan Terus Beroperasi, Warga Sibiru-biru Minta Tindakan Tegas Kepolisian

Ekonomi

Dukung Kelancaran Distribusi Energi, Pertamina Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Sumut

Ekonomi

Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan

Ekonomi

Kunker ke Singkawang, Menko AHY Hadiri Perayaan Cap Go Meh dan Cek Pembangunan Infrastruktur