Kabut Asap Berdampak Bagi Perekonomian Masyarakat Madina

Redaksi - Senin, 17 Maret 2014 14:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032014/beritasumut_Kadin.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)

Panyabungan, (beritasumut.com) – Tebalnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) tidak hanya mengganggu kesehatan, tapi juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Kabut asap yang menyelimuti Madina ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat tetapi juga mengganggu perekonomian,” sebut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madina Saparuddin Haji Lubis di Panyabungan, Madina, Senin (17/3/2014).

Dijelaskannya, masyarakat yang beraktifitas di alam terbuka menjadi enggan dan takut beraktifitas akibat tebalnya kabut asap yang dinilai mengancam kesehatan. Hal itu dapat dilihat dari menurunnya penjualan yang berdampak terhadap menurunnya penghasilan petani karet.

“Kemudian dari data yang kita himpun, saat ini harga sebagian bahan pokok juga mulai naik. Diduga, naiknya harga bahan pokok disebabkan kabut asap, karena dari hasil survei yang kita lakukan, pedagang saat ini sulit untuk memperoleh bahan dagangan,” paparnya.

Kemudian, dampak kabut asap juga membuat nelayan enggan melaut sehingga produksi hasil laut tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Akibat sedikitnya hasil laut yang diperdagangkan di pasar-pasar, membuat harga ikan laut menjadi naik.

Saparuddin berharap, teror kabut asap yang melanda sebagian besar Pulau Sumatera khususnya Kabupaten Madina segera berakhir agar roda perekonomian masyarakat normal kembali.

“Sebab, apabila hal ini terus terjadi tanpa adanya solusi yang diberikan pemerintah, disinyalir kabut asap tidak hanya mengganggu roda perekonomian masyarakat, tetapi juga akan menyebabkan masyarakat terserang penyakit bahkan bisa berujung kematian,” tegasnya.

Sementara itu, Ucok Nasution (37) salah seorang pedagang ikan di Pasar Baru, Panyabungan, mengakui saat ini harga ikan laut naik.

“Kenaikan harga ikan laut dikarenakan sedikitnya pasokan ikan. Pasca kabut asap yang melanda saat ini, kabarnya, para nelayan enggan melaut karena gangguan jarak pandang di laut,” jelasnya.

Ditambahkannya, harga beli ikan dari nelayan juga naik. Jadi, agar pedagang mendapatkan keuntungan, mau tidak mau pedagang harus menaikkan harga ikan dari biasanya.

“Kalau kita (pedagang) tidak menaikkan harga, apa lagi keuntungan kita,” tandasnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Cari Modal Menikah, Syukri Nekat jadi Kurir Sabu

Ekonomi

Saksi Pelapor Sakit Tak Bisa Bicara, Bupati Madina untuk Sementara Aman

Ekonomi

Empat Daerah di Sumut Belum Ambil Vaksin Meningitis untuk Calon Jamaah Haji

Ekonomi

Dinkes Kota Medan Tunjuk 21 Puskesmas Layani Vaksin Meningitis Calon Jamaah Haji

Ekonomi

Wakil Bupati Labuhanbatu Buka Manasik Haji Akbar 1437 H/2016 M

Ekonomi

Padanglawas Kloter Pertama Jamaah Haji Embarkasi Medan