Pelaku UKM Semakin Terpuruk Akibat Pemadaman Listrik

Redaksi - Kamis, 06 Maret 2014 19:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032014/beritasumut_PLN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Pemadaman listrik yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kota Medan membuat pelaku usaha kecil menengah (UKM) semakin terpuruk.Para pelaku UKM semakin menjerit karena proses produksi terganggu akibat  pemadaman listrik yang berlangsung 3 kali sehari.Salah seorang pelaku UKM di Pusat Industri Kecil (PIK), Jalan Menteng Raya, Medan, Kamis (6/3/2014), Andi (45) mengaku, pemadaman listrik membuat produksi mereka menurun. "Penurunannya hingga 50 persen. Kami sudah mau bangkrut," katanya.Hal senada dikatakan Isnaini, pengrajin tas di tempat yang sama. Dirinya mengaku mengalami penurunan produksi lebih dari 60 persen akibat pemadaman listrik yang terjadi tiga kali sehari dengan durasi 3 jam pemadaman."Biasanya saya mampu memproduksi 20 tas per hari, sekarang hanya  8 tas," ujarnya.Akibatnya, Isnaini tidak dapat lagi memasok permintaan yang umumnya berasal dari luar Kota Medan. "Kita sering mendapat komplain dari pelanggan bahkan ada yang sudah memutus kerjasama akibat ulah pemadaman ini," katanya.Dirinya juga menyatakan tidak sanggup jika harus menyediakan genset dan bahan bakarnya. Padalah mereka memerlukan listrik untuk berproduksi. "Kita berharap pemerintah membantu pelaku UKM dengan memberikan genset gratis agar produksi kami dapat berkesinambungan," harapnya. Seperti kita ketahui, Pengusaha UKM yang berada di PIK Medan terus mengalami keterpurukan sejak krisis moneter pada 1997 lalu. Jumlah pengrajin yang  awalnya 100 unit usaha, kini tersisa sekitar  40 unit. Pemadaman listrik kali ini semakin mempersulit kondisi pelaku usaha yang masih bertahan. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Ketua Komisi E DPRD Sumut Soroti Pemadaman Listrik di Asrama Haji Medan

Ekonomi

Serikat Pekerja Keluhkan Pemadaman Listrik Kepada Plt Walikota Medan

Ekonomi

LBH Medan Terima 15 Pengaduan Kasus Pemadaman Listrik

Ekonomi

Sedang UAS, Bencana Pemadaman Listrik Landa Sidimpuan dan Tapsel

Ekonomi

Diduga Palsukan Merek Celana Dalam, Tiga Pelaku UKM Diadili

Ekonomi

Buruh Tuntut Stop Pemadaman Listrik