Medan Bersiap Sambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

Redaksi - Sabtu, 01 Maret 2014 15:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032014/beritasumut_Masyarakat-Ekonomi-ASEAN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean Tahun 2015, tentunya akan mempengaruhi berbagai aspek pokok ekonomi regional di berbagai daerah, termasuk Kota Medan. Arus perdagangan, investasi, modal dan tenaga kerja akan cenderung mengalir wilayah-wilayah dimana kebijakan dan aktifitas ekonomi berlangsung lebih efisien, efektif dan ekonomis. Artinya, hukum-hukum ekonomi pasar akan semakin dominan dengan tingkat intervensi pemerintah yang semakin terbatas.Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin S ketika  menghadiri acara Seminat Publik Pembangunan Kota Medan Tahun 2015 di Emerald Garden Hotel, Medan, Sumatera Utara, Jumat (28/2/2014) malam. Diharapkan melalui seminar yang mengusung tema “Meminimalkan Ancaman dan Mengoptimalkan Manfaat dari Pemberlakukan  Masyarakat Ekonomi ASEAN Tahun 2015 untuk Kesejahteraan Masyarakat Kota Medan” ini, bisa menjadikan ekonomi di ibukota Provinsi Sumatera lebih maju dan lebih berkembang dari sebelumnya.Atas dasar itulah menurut Eldin kemampuan kompettif dan komporatif daerah, termasuk Medan tentunya akan sangat menentukan  apakah pemberlakuan AEC ini bisa dibaca sebagai peluang, atau justru sebaliknya cenderung menjadi ancaman serius ekonomi regional dan lokal pada masa yang akan datang.  “Untuk itu ancaman yang mungkin timbul harus diminimalkan dan peluang yang ada harus dioptimalkan, guna menjadikan ekonomi Kota Medan lebih maju dan berkembang lagi,” kata Eldin.Selanjutnya mantan Sekda Kota Medan ini mengungkapkan, semua harus optimis menyambut pemberlakuan AEC 2015. Sebab, dia menilai Kota Medan juga memiliki keunggulan kompetitif sekaligus komparatif, sehingga bisa memiliki daya saing yang lebih baik dalam perekonomian regional. Karenanya, persiapkan diri dengan baik guna mengantisipasi potensi ancaman yang timbul dengan mengambil langkah-langkah strategis secara bersama-sama dan terpadu dari seluruh stakeholder yang ada.“Di samping itu para pelaku bisnis, saya harap harus semakin meningkatkan kemitraan yang kokoh, termasuk melakukan diplomasi bisnis yang semakin intens dengan berbagai mitra bisnis secara regional,” harapnya.Dalam seminar yang dihadiri  Direktur Kerjasama ASEAN Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Jatmiko Bris Wicaksono, Konjen Jepang Yuzi Hamada, Guru Besar Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada Mochtar Mas’oed, Ekonom Kota Medan Sirojuzilam, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis, pimpinan SKPD, akademisi, praktisi, pelaku usaha serta camat, Eldin berharap seminar menghasilkan masukan-masukan yang akan menjadi pedoman bersama dalam mengambil langkah-langkah strategis guna mempersiapkan Medan lebih baik menghadapi AEC 2015.Seminar yang ditayangkan secara live oleh salah satu stasiun televisi ini menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area  Sa’ad Afifuddin, Direktur Kerjasama ASEAN Kementerian Perdangangan Djatmiko Bris Witjaksono, Dewan Kota Medan Budi Sinulingga, Dosen Fakultas Ekonomi Universita Sumatera Utara Wahyu Pratomo dan Doden FISIP USU Warjio.Menurut Sa’ad Afifuddin, pemberlakuan AEC 2015 memberi peluang bagi warga dan pengusaha di Medan untuk memasarkan barang maupun hasil produknya kepada negara-negara ASEAN. Untuk itulah dia berharap agar pemerintah bisa membuat regulasinya sehingga masyarakat maupun pelaku ekonomi nantinya benar-benar terlindungi. Di samping itu dia pun menilai Medan siap menghadapi diberlakukannya AEC 2015 dengan mengoptimalkan seluruh modal dasar yang dimiliki.Sementara Djatmiko Bris Witjaksono menjelaskan, ekonomi terbesar di ASEAN saat ini adalah Indonesia. Indikatornya pendapatan brutonya mencapai Rp111 triliun. Untuk itu jika AEC 2015 diberlakukan, maka Indonesialah yang akan menikmatinya. Hanya saja untuk menghadapi AEC, perlu dilakukan perubahan secara radikal dan revolusioner yakni sumber daya manusia (SDM). Dia berharap potret SDM ini harus sudah berubah dalam kurun waktu 2-3 tahun.“Saya tidak takut orang luar berbondong-bondong masuk ke Indonesia menyusul diberlakukannya AEC 2015. Yang saya takutkan justru tenaga muda Indonesia, terutama tenaga yang tidak terampil keluar Indonesia untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Indikasinya mulai terlihat saat ini, kita sulit mencari tenaga tidak terampil terutama di sektor pertanian. Kondisi itulah yang menyebabkan kita saat ini sulit untuk mewujudkan surplus di sektor pertanian,” paparnya.Sebelumnya Kepala Bappeda Kota Medan Zulkarnain dalam laprannya mengatakan, tujuan seminar ini dilaksanakan untuk lebih mensosialisasikan sekaligus meminta saran dan masukan kepada masyarakat maupun stakeholder kota tentang langkah-langkah strategis yang harus diambil Pemko Medan dan seluruh stakeholder guna mempersiapkan Kota Medan memasuki era AEC 2015. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan

Ekonomi

KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan

Ekonomi

BPJS Ketenagakerjaan: Keluarga Personel Satpol PP Medan Dapat Santunan

Ekonomi

Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan

Ekonomi

Pegadaian Kanwil 1 Medan Lepas 250 Pemudik Lebaran

Ekonomi

Berkah Ramadan, SMP Muhammadiyah 05 Medan Berbagi Sembako dan Takjil ke Warga Sekitar