DPRD Medan Minta Pertamina Segera Stabilkan Harga Gas

Redaksi - Minggu, 12 Januari 2014 16:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir012014/beritasumut_Gas-12-Kg.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi

Medan, (beritasumut.com) – Pemerintah telah merevisi kenaikan harga gas elpiji ukuran 12 Kg non subsidi dari Rp3.500/kg menjadi Rp1.000/kg. Namun, hasil revisi itu belum menstabilkan harga jual elpiji tersebut baik di tingkat agen maupun di tingkat pengecer di Kota Medan.

 

Menyikapi hal ini DPRD Kota Medan melalui komisi terkait meminta Pertamina untuk mengambil langkah bijak, sehingga harga jual di masyarakat bisa stabil dan tidak memberatkan. 

"Sebagai penanggungjawab penyalur elpiji, Pertamina harus mencari solusi demi masyarakat banyak," ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Medan A Hie melalui telepon, Ahad (12/1/2013).

 

Masih tingginya harga jual gas elpiji 12 kg di masyarakat, kata politisi Partai Demokrat ini, karena para agen beralasan masih membeli dengan harga tinggi, sementara Pertamina sampai hari ini (pasca harga kenaikkan direvisi) belum mengembalikan kelebihan harga beli itu kepada para agen. 

"Akibatnya, harga jual di tingkat masyarakat masih bervariasi," kata A Hie.

 

Seharusnya lanjut A Hie, Pertamina memberikan restitusi (pengembalian kelebihan) pembelian itu kepada para agen, sehingga harga jual di tingkat masyarakat menjadi normal. 

"Mau tidak mau, suka tidak suka kelebihan pembelian itu harus dikembalikan kepada agen. Ini demi masyarakat banyak," sebut Bendahara Fraksi Partai Demokrat ini.

 

Di sisi lain, A Hie juga meminta Pertamina bersama instansi terkait lainnya untuk mengkedepankan fungsi pengawasan, sehingga harga jual elpiji 12 kg itu di tingkat masyarakat stabil, normal dan lancar.  

"Walaupun telah direvisi, namun harga jual itu masih tetap tinggi. Bayangkan, di wilayah Medan Labuhan dan Marelan masih dijual seharga Rp150.000 per tabung," ujarnya.

 

Sebelumnya, Sari, Manager PT Karya Elgas agen resmi penjualan elpiji di Jalan Katamso, Medan mengaku pihaknya masih tetap menjual elpiji ukuran 12 kg seharga Rp100.000 hingga Rp120.000 karena belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) hasil revisi tersebut. 

"Memang kita telah mengetahui revisi harga elpiji itu. Kita belum jual dengan harga sesuai peraturan pemerintah, karena hingga saat ini kita belum mendapatkan SK resmi dari pemerintah atau pertamina," ungkapnya.

 

Sari juga mengaku pihaknya belum berani menurunkan harga jual sebelum adanya SK dari pihak terkait. 

“Terus terang, kami mengalami kerugian pasca revisi harga, karena harga beli yang ditawarkan pihak Pertamina tinggi sebelum direvisi," katanya.

 

Di tempat yang berbeda seorang distributor gas di Jalan Sekip, Medan, yang enggan disebut namanya mengaku telah menjual elpiji 12 kg seharga Rp91.000 per tabung. Meskipun hal itu membuatnya kesal, karena pihak Pertamina tidak mensosialisasikan kenaikan maupun revisi harga itu. 

"Kemarin, saya beli gas 12 kilo dari Pertamina sebanyak 300 tabung dengan harga Rp117.000 per tabung. Sekarang, mereka buat kebijakan menjualnya seharga Rp89.000, ya jelas rugilah kami," katanya.

 

Sedangkan seorang pengecer di Jalan Samanhudi, Faisal, mengaku menjual elpiji 12 kg seharga Rp135.000 per tabung karena telah menyetok gas sebelum harga direvisi, sehingga tetap menjual dengan harga segitu. 

"Aneh saja, saya belum menerima SK, terus harganya harus saya sesuaikan dengan yang telah direvisi, apa Pertamina mau ganti rugi," kata Faisal mempertanyakan. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Ekonomi

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Ekonomi

Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara

Ekonomi

Lapak Terbakar, Pedagang Aksara Jualan di Pinggir Jalan

Ekonomi

Tiga Instansi Pemko Tak Hadir, Rapat Pansus Kepling Dibatalkan

Ekonomi

Anggota Komisi C DPRD Medan Setuju Pembentukan Pansus Aksara