Kenaikan Harga Sembako di Madina Masih Wajar

Redaksi - Kamis, 04 Juli 2013 19:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072013/beritasumut_Pasar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi
Panyabungan, (beritasumut.com) – Kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) jelang bulan suci Ramadhan 1434 Hijriyah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih mencapai 5-10 %. Kenaikan ini masih wajar.Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindang UKM Pasar Lis Mulyadi Nasution di ruangan kerjanya, Rabu (3/7/2013). Dikatakanya, kenaikan harga sembako ini belum begitu tinggi, ini masih standar.“Sampai saat ini kita masih terus memnatau harga-harga pasar. Kalau kita menemukan harga yang tidak sesuai eceran di pasaran atau lebih tinggi harganya di pasaran, kita akan menyurati perusahan yang mengeluarkan barang itu, agar menyesuaikan harga eceran,” sebutnya.Namun, sampai saat ini belum ada ditemukan harga yang lebih tinggi dari harga eceran. Kenaikan harga yang tertinggi masih mencapai 10%. Itu hasil pantauan di pasar-pasar. Untuk puasa nanti belum diketahui, pihaknya akan masih memantau, terangnya.Kenapa kenaikan harga sembako ini tidak begitu tinggi di Kabupaten Mandailing Natal, karena sampai saat ini stok Madina masih cukup. Untuk di pasaran, kenaikan harga ini diperkirakan hanya sampai di sini jangan naik lagi, karena yang susah nanti masyarakat juga, ungkapnya.Masih kata Lis Mulyadi, Pemkab Madina akan berupaya terus agar stok untuk Madina tidak berkurang, supaya harga jangan naik lagi.Sementara Ati salah datu pedagang di Pasar Baru, Panyabungan, yang dijumpai wartawan, mengatakan, bahwa kenaikan akibat dari naiknya harga BBM, belum karena bulan puasa. Kenaikannya belum begitu tinggi, masih biasa kenaikannya.“Mudah-mudahan kenaikan harga sembako ini cukup sampai sagini saja, jangan naik lagi, karena kalau naik lagi, bisa-bisa omset kita yang akan menurun. Karena pembeli semakin sedikit dan porsi untuk membeli salah satu bahan pokok itupun dikurangi pembeli,” terangnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Saksi Pelapor Sakit Tak Bisa Bicara, Bupati Madina untuk Sementara Aman

Ekonomi

Empat Daerah di Sumut Belum Ambil Vaksin Meningitis untuk Calon Jamaah Haji

Ekonomi

Dinkes Kota Medan Tunjuk 21 Puskesmas Layani Vaksin Meningitis Calon Jamaah Haji

Ekonomi

Wakil Bupati Labuhanbatu Buka Manasik Haji Akbar 1437 H/2016 M

Ekonomi

Padanglawas Kloter Pertama Jamaah Haji Embarkasi Medan

Ekonomi

Menag: Hotel, Katering dan Transportasi Haji Sesuai Harapan