Panyabungan, (beritasumut.com) – Rencana dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin, membuat sejumlah supir angkutan umum Anatra di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengeluh. Mereka dengan berat hati harus menaikkan tarif meski penumpang akan protes.Hal itu dikatakan sejumlah sopir terkait kemungkinan naiknya harga BBM yang akan otomatis terjadi kenaikan ongkos penumpang. Apalagi pihak Organda juga sudah menyiapkan skema kenaikan ongkos penumpang antara 28 hingga 30 persen.Minanan, seorang sopir Anatra di Panyabungan, Selasa (18/6/2013) mengatakan, akan menyesuaikan tarif ongkos sesuai dengan yang ditetapkan Organda nantinya, meskipun merasa berat hati karena akan mendapat protes dari para penumpang.“Kalau melihat dari sebelumnya pada saat naiknya BBM yang otomatis ongkos pun naik, kita akan sering mendapat protes dari penumpang. Namun, kalau tidak kita naikkan ongkos, kita juga merugi,” katanya.“Kita sudah siap mendapat omelan dari para penumpang, ya mau bagaimana lagi, kalau tidak kita naikkan ongkos, sementara BBM naik, kitalah yang melarat,” imbuhnya.Sementara, Wakil Ketua I Organda Madina Palit Nasution menyatakan pihaknya tidak serta merta langsung menaikkan tarif. Masih harus berproses hingga mendapat persetujuan bupati.“Kita dari Organda akan membuat surat kepada Bupati Madina melalui Dinas Perhubungan untuk seterusnya mengeluarkan SK tentang tarif ongkos bakal naik itu,” katanya.“Selanjutnya akan kita tempel pada tempat umum maupun pada mopen agar bisa diketahui oleh penumpang. Rencananya kita akan menaikan tarif ongkos sebesar 30 persen,” imbuhnya. (BS-026)