Panyabungan, (beritasumut.com) – Bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara mulai langka setelah pemerintah berencana menaikkan harga BBM. Terlihat beberapa SPBU di Madina sering kosong.
Sejak sepekan terakhir, BBM jenis bensin, solar sering terlihat kosong di SPBU di Madina. Kekosongan ini terindikasi karena adanya rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Pantauan beritasumut.com di beberapa SPBU, terlihat tidak ada aktifitas pekerja SPBU karena pasokan BBM tidak masuk. Pengakuan salah satu pegawai SPBU yang tidak mau menyebutkan namanya, kelangkaan BBM diduga akibat adanya rencana kenaikan BBM yang akan diumumkan Presiden RI.
“Faktor lain, karena kuota BBM ke Madina tidak pernah bertambah sementara masyarakat yang memiliki kendaraan bertambah. Jelas berkuranglah di Madina ini BBM. Sepekan terakhir ini BBM cepat habis,” sebutnya di Panyabungan, Selasa (14/5/2013).
Pertamina diharapkan menambah kuota BBM untuk Madina, karena setiap hari pengguna kendaraan yang memakai jenis bensin semakin bertambah. Itulah alternatif yang utama agar BBM di SPBU tidak kosong seperti sepekan ini.
Ucok Lubis (35) sopir angkutan umum yang dikonfirmasi wartawan juga mengeluhkan kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Dia mengatakan, kebijakan pemerintah ini sangat merugikan terutama sopir angkutan umum.
“Kerugian kita saat ini sulitnya mendapatkan BBM jenis bensin karena di SPBU sering kosong. Untuk mengisi di pengecer kita tidak sanggup karena harganya lebih tinggi,” sebutnya.
Memang setiap harga BBM ingin dinaikkan BBM di SPBU sering kosong. Tidak diketahui apa penyebabnya, apa karena ada penimbunan atau penyebab lainnya. Harga BBM yang akan dinaikkan pemerintah juga belum diketahui bagaimana. Dengar-dengar harganya berbeda untuk kendaraan plat merah dan kendaraan umum, sebutnya.
Togu (30) pengendara becak botor (Betor), juga mengeluhkan rencana kenaikan harga BBM. Kenaikan BBM sangat merugikan walapun berdasarkan berita di media massa menyebutkan kenaikan harga BBM hanya untuk kendaraan plat hitam dan plat merah. Sementara untuk kendaraan plat kuning tidak dinaikkan.
“Rencana itu belum kita ketahui, sementara akibat dari rencana kenaikan BBM ini, minyak sering kosong di SPBU. Sampai hari ini BBM sering kosong, penyebabnya kita tidak atau kenapa bisa seperti itu. Sudah seperti tradisi kalau BBM ingin naik, SPBU sering kosong,” terangnya.
Saat ini Togu terpaksa membeli minyak dari pengecer di pinggir jalan yang membuat harga sesuka hati. Sementara untuk mengisi BBM ke SPBU tidak bisa karena memakan waktu yang lama karena sering antre panjang. Sementara sebagai parbetor harus mengejar sewa lagi, terangnya.
“Kalau memang pemerintah ingin menaikan harga BBM, naikkanlah tapi jangan sampai BBM tersendat ke SPBU. Jangan seperti selama ini, kalau harga BBM mau naik BBM di SPBU sering kosong,” harapnya. (BS-026)