Panyabungan, (beritasumut.com) – Pembibitan ikan lele di Desa Simaninggir, Kecamatan Siabu, perlu perhatian Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mulai dari pakan, permodalan dan pemasaran. Demikian disampaikan Anggota DPRD Madina dari PDI Perjuangan Iskandar Hasibuan, Minggu (12/5/2013), setelah melihat tambak ikan lele di Simaninggir.
Dikatakanya, pembibitan ikan lele di Simaninggir sangat bagus dan potensial dan hal itu perlu perhatian pemerintah. Dari keluhan peternak ikan lele di sana, yang paling sulit adalah pemasarannya.
“Jadi saya sebagai Anggota DPRD Madina mendorong Pemerintah Madina melalui Dinas Perikanan dan Kelautan supaya memperhatikan segera. Dari tinjauan saya, pembibitan itu sangat bagus,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Perikanan dan Kelautan juga perlu memberikan pelatihan terhadap peternak supaya lebih bagus untuk melakukan pembibitan ikan lele agar mereka bisa penghasil bibit lele. Sudah jarang sekarang di Madina pembibitan ikan lele, terang Iskandar.
Harapannya kepada peternak lele di Simaninggir agar tetap semangat untuk membuat pembibitan lele itu. Iskandar akan mendorong pemerintah untuk meninjau pembibitan ini dan mendorong agar pemerintah mengucurkan dana mulai dari pakan, modal dan pemasarannya.
Sementara M Nawawi peternak bibit lele di Simaninggir kepada wartawan menyampaikan, kendala utama yang dihadapi usaha pembibitan ikan lele adalah pemesarannya karena di Madina sangat sulit pemasaran ikan lele.
“Sudah ribuan bibit ikan lele yang sudah bisa dipasarkan, tapi belum ada dapat pembelinya. Selain itu, yang jadi kendala kita adalah pangannya, karena ikan lele makin besar makin kuat makan, jadi modal kita pun bertambah,” sebutnya.
Kalau memang ada bantuan dari pemerintah, sangat diharapkan agar bisa menambah modal. Tapi kalau bisa jangan modal saja tapi pemasarannya juga diharapkan dibantu pemerintah, harapnya.
“Saat ini harga bibit ikan lele sedang tinggi, bibit ikan lele sebesar jari dewasa mencapai Rp500-700 per ekor. Jika ikan bibit ini tidak laku-laku, modal pun akan bertambah karena kita terus memberikan makannya,” terangnya. (BS-026)