Medan, (beritasumut.com) – Janji Walikota Medan Rahudman Harahap yang akan melakukan operasi pasar untuk menekan harga bawang di Medan sampai saat ini belum terealisasi. Belum diketahui kapan operasi pasar dilakukan. Saat ini harga bawang di Medan masih bertengger di kisaran Rp60 ribu per kilogram.
“Mana bisa harga bawang di bawah Rp30 ribu per kilogram. Operasi pasar hingga saat ini masih belum ada dilakukan Pemko Medan, harga bawang masih berkisar Rp60 ribu per kilogram,” ujar pedagang bawang di Pasar Petisah Medan, Sumatera Utara, Ema, Jumat (19/04/2013).
Dia juga menuntut janji Pemko Medan yang akan melakukan operasi pasar. “Katanya mau dibuat operasi pasar, tapi hingga saat ini tdiak ada operasi pasar,” ujarnya.
Sebelumnya Rahudman sudah meminta Dirut PD Pasar Medan dan Kadisperindag Medan agar melakukan operasi pasar sehingga harga bawang bisa mencapai dibawah Rp30 ribu per kilogram. Namun operasi pasar tersebut belum juga terealisasi.
Dirut PD Pasar Medan Beni Sihotang mengatakan, pihaknya masih menunggu koordinasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Medan.
“Kami masih menunggu koordinasi dari Disperindag Medan, kalau kami kapan saja siap untuk melakukan operasi pasar, tapi kami kan hanya menyediakan tempat untuk operasi pasar saja, kalau kebijakannya ada di Disperindag Medan,” kata Beni.
Dia mengakui, hingga saat ini pihaknya memang belum ada melakukan operasi pasar untuk bawang di Medan. “Kalau kita memang belum ada membuat operasi pasar lagi, tapi kami tidak tahu ya bisa saja Disperindag Medan melakukan operasi pasar di kantor kecamatan, sebab kebijakan itu ada di Disperidag,” jelas Beni.
Menurut Beni, sejak harga bawang di pasar tinggi dalam beberapa pekan belakangan ini, operasi pasar yang dilakukan Pemko Medan baru satu kali. “Kalau operasi untuk menekan harga bawang itu baru satu kali lah kita gelar di enam pasar di Medan, ada kita buat di Pusat Pasar, di Pasar Setia Budi, Pasar Kampung Lalang, Pasar Petisah dan lainnya,” kata Beni.
Disebutkannya, dalam operasi pasar di 6 titik itu hanya bawang putih yang disalurkan. “Masing-masing pasar itu 2 ton bawang putih, jadi ada 12 ton bawang putih yang kita salurkan. Kalau operasi pasar untuk bawang merah memang belum pernah kita lakukan,” aku Beni.
Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Medan Syahrizal Arif mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pengusaha bawang di Medan. “Kita masih berkoordinasi, operasi pasar itu masih kita proses dulu, karena pegusaha bawangnya masih bermasalah, izin importirnya masih dibekukan,” jelas Syahrizal.
Namun, pengusaha bawang tersebut sudah bersedia untuk melakukan operasi pasar pekan ini. “Kita masih menunggulah pegusahanya selesai dulu urusan izin importirnya yang dibekukan. Kalau itu sudah tuntas baru kita bisa menggelar operasi pasar. Makanya, kita belum bisa memastikan kapan baru akan digelar operasi pasar. Tapi, kalau tidak ada masalah lagi dengan importirnya pasti kita segera lakukan operasi pasar bawang, supaya bisa menekan harga bawang,” katanya. (BS-024)