Medan, (beritasumut.com) – Meskipun harga bawang di Kota Medan sempat turun harga beberapa waktu lalu, ternyata saat ini harga bawang kembali melambung dengan harga berkisar Rp60 ribu per kilogram. Hal ini terungkap saat Walikota Medan Rahudman Harahap melakukan peninjauan ke Pasar Petisah, Medan, Sumatera Utara, Jumat (12/04/2013) siang, untuk mengecek harga bawang di pasar tradisional menyahuti keluhan warga menyusul masih tingginya harga bawang di pasaran.
Didampingi Sekda Syaiful Bahri Lubis, Asisten Pemerintahan Musadad Nasution, Dirut PD Pasar Beni Sihotang, Kadispenda M Husni serta sejumlah Pimpinan SKPD lainnya, Walikota mengatakan Pemko Medan akan melakukan operasi pasar kembali sehingga harga bawang bisa mencapai di bawah Rp30 ribu per kilogram.
“Saya kemari untuk mengecek harga bawang di pasar. Ternyata kita lihat di sini harga bawang masih tinggi di kisaran Rp60 ribu per kilogram. Padahalah kita sudah melakukan operasi pasar. Kita berharap harga bawang bisa turun di bawah Rp30 ribu per kilogram,” kata Walikota.
Dengan masih tingginya harga bawang, maka Pemko Medan akan kembali melakukan operasi pasar. “Tidak betul ini, kita akan lihat kalau masih ada bawang di importir, maka Senin (15/04/2013) kita harus lakukan operasi pasar kembali. Saya tidak mau membiarkan warga saya seperti di kota lain. Masyarakat Medan harus bisa merasakan perubahan itu,” ungkapnya.
Untuk itulah Rahudman mengatakan dirinya akan mendatangi kembali importir bawang dan kemudian memintanya untuk menyalurkan sebagian besar bawang yang mereka impor untuk dapat dipasarkan untuk masyarakat. “Kita akan datangi kembali importir bawang dan kita minta agar bawang yang dimilikinya agar disalurkan ke masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang bawang di pasar Petisah Medan, Emilia, mengaku harga bawang masih mahal. Untuk bawang Samosir berkisar Rp60 ribu per kilogram, sedangkan harga bawang Bangkok Rp55 ribu per kilogram. “Selain bawang, tomat juga harganya naik hingga Rp12 ribu. Padahal sebelumnya harga tomat hanya Rp10 ribu per kilogram,” terang Emilia. (BS-024)