Harga Bawang Eceran di Medan Harus Rp15.000/Kg

Redaksi - Jumat, 22 Maret 2013 20:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032013/beritasumut_RH Tinjau Gudang Bawang.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist

Medan, (beritasumut.com) – Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM akan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga bawang putih dan bawang merah di pasaran. Langkah ini ditempuh karena masih ada pedagang nakal yang menjual bawang dengan harga eceran Rp25.000 sampai Rp40.000 per kilogram sehingga memberatkan masyarakat. Dengan operasi pasar yang dilakukan, harga eceran bawang harus Rp15.000/kg.

“Mulai hari ini harga bawang eceran di pasaran harus Rp15.000 per kilogram. Untuk melakukannya, kita harus melaksanakan operasi pasar hari ini. Jadi saya akan terus pantau ini,” kata Walikota ketika meninjau kembali gudang milik CV Sumber Alam Rezeki (SAR) di Jalan M Basyir, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, selaku pemasok bawang untuk kebutuhan industri bersama Kapolresta Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto, Dirut PD Pasar Beni Sihotang dan Kadisperindag Kota Medan Syahrizal Arif, Jumat (22/03/2013).

Dalam operasi pasar yang dilakukan, jelas Walikota, Dirut PD Pasar Beni Sihotang harus turun dan mengecek harga bawang di seluruh pasar di Medan. Apabila ditemukan masih ada pasar yang menjual bawang dengan harga di atas Rp25.000/kg, maka Beni harus langsung menemui A Sing selaku importir  legal yang diakui pemerintah.

“Langsung minta bawang kepada A Sing, lalu distribusikan ke pasar yang masih menjual bawang dengan harga tinggi. Dengan ketersediaan bawang, maka harganya pasti stabil kembali. Jadi saya tidak mau mendengar lagi harga bawang masih tinggi, harga ecerannya di pasaran harus Rp.15.000 per kilogram,” tegasnya.

Diakui Walikota, bawang impor milik CV SAR sebenarnya untuk didistribusikan kepada industri namun berhubung kebutuhan sangat mendesak maka dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.  “Apalagi sesuai dengan hasil wawancara dengan Menteri Pertanian tadi malam sekitar pukul 02.30 WIB, bahwa semua bawang  impor untuk produksi namun demi kebutuhan masyarakat mulai hari ini distribusikan ke pasaran,” jelasnya.

Selanjutnya, ungkap dia, langkah yang dilkukannya ini juga telah diapresiasi Gubernur Sumatera Utara guna menstabilitaskan harga karena sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Kemudian Walikota menegaskan, stok bawang merah dan bawang putih dipastikan cukup, sebab A Sing berjanji berapa banyak bawang merah dan bawang putih yang diminta pasar untuk kebutuhan masyarakat  dipastikan tersedia.

“Jadi mulai sekarang, Dirut PD Pasar harus menyediakan truk. Begitu harga bawang melonjak, anda harus ambil alih. Stok bawang cukup, sebab A Sing selaku importir atas persetujuan kepala daerah yakni Walikota Medan dan petunjuk dari pusat, maka mulai hari ini akan menyalurkan bawang impor untuk industri ke pasaran guna memenuhi kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu menurut A Sing, sebanyak 500 ton bawang milik CV SAR akan didistribusikan ke seluruh pasar guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun sampai saat ini, pihaknya baru menyalurkan sekitar 50 ton bawang.  “Hari ini kita akan mendistribusikan bawang kembali ke pasaran,” ujar A Sing.

Terkait dengan pasokan bawang untuk industri, A Sing mengatakan itu jilid dua yang akan dilakukan. Untuk saat ini pihaknya terfokus menyalurkan bawang ke pasaran yang ada di Medan guna menstabilkan harga sehingga masyarakat tidak resah. Jadi bawang untuk kebutuhan industri, segera diimpor kembali dari Cina.

Ditegaskannya, stok bawang untuk Medan dipastikan aman selagi pemerintah tidak membekukan CV ARS, maka seberapa banyak pun bawang merah dan bawang putih yang dibutuhkan dapat dipenuhinya, “Sebab, kita satu-satunya importir terbesar di sini dan memiliki legalitas dari pemerintah,” terangnya.

Untuk membuktikan kepada Walikota dan Kapolresta Pelabuhan Belawan bahwasannya stok bawang merah dan bawang putih aman, A Sing kemudian memperlihatkan stok bawang yang selama ini belum pernah dilihat. Dia kemudian membuka pintu sebuah gudang yang cukup besar, timbunan bawang merah dan bawang putih dalam kemasan terlihat sangat banyak dan tersusun dengan rapi. (BS-024)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tak Disangka, Perampok Truk Angkut Bawang Itu Diduga Oknum Polisi

Ekonomi

Tersangka Bersama Ramadhan Pohan, Savita Juga Tidak Ditahan

Ekonomi

Terkait Pilkada Medan, Ramadhan Pohan Ditangkap Polda Sumut

Ekonomi

Wakil Walikota Medan Apresiasi Dhamma Talk Bukan Siapa Siapa

Ekonomi

Audiensi dengan Walikota Medan, APSINDO Sampaikan Bidik Limbah Plastik dari TPA

Ekonomi

Walikota Medan Lantik Dewan Kesenian Medan Periode 2016-2020