Hasil Peninjauan Gudang Distributor Bawang di Marelan

Walikota Medan Pastikan Harga Bawang Stabil Kembali

Redaksi - Rabu, 20 Maret 2013 22:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032013/beritasumut_RH Tinjau Disbrutor Bawang.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist

Medan, (beritasumut.com) – Ada kabar gembira bagi warga Kota Medan, terutama para kaum ibu yang selama ini mengeluhkan tingginya harga bawang merah maupun barang putih di pasaran. Harga kedua bumbu masak itu sempat melejit sehingga menembus kisaran Rp50.000 perkilogram  untuk bawang merah dan Rp40.000 perkilogram untuk bawang putih. Terhitung mulai hari ini harganya dipastikan stabil kembali menyentuh Rp15.000 sampai Rp20.000 perkilogram.  Sebab, 500 ton bawang merah dan bawah putih asal Cina akan didistribusikan ke seluruh pasar di Ibukota provinsi Sumatera Utara ini.

Kepastian ini diperoleh setelah Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis MMK bersama Kapolresta Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto, Kajari Belawan Ranu Subroto SH serta sejumlah Pimpinan SKPD Pemko Medan meninjau gudang milik PT Sumber Alam Rejeki (SAR) selaku pemasok bawang untuk kebutuhan industri di Jalan M Basyir, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (20/03/2013).

“Peninjauan ini dilakukan untuk melihat persedian bawang, sebab saya tidak mau bawang dibilang langka di Kota Medan. Hasil peninjauan yang kita lakukan ternyata bawang tidak langka. A Sing selaku importir legal yang diakui pemerintah telah bersedia mengisi kebutuhan masyarakat akan bawang di pasar-pasar,” kata Walikota.

Dari diskusi singkat yang dilakukan Walikota dengan A Sing disaksikan Kapolresta Pelabuhan Belawan dan Kajari Belawan, pria berdarah Tionghoa itu telah menjamin  harga bawang di Medan akan stabil kembali. Pendistribusian bawang akan dilakukan hari itu juga sehingga dalam waktu satu sampai dua hari ini, harga bawang kembali normal  di  kisaran Rp15.000 sampai Rp20.000 perkilogram. “Saya tadi telah berbicara dengan A Sing agar semua kebutuhan bawang bagi warga Kota Medan dipenuhi. Saya minta mulai hari ini sampai besok, pendistribusian bawang harus tuntas,” ujarnya.

Menurut Walikota, kelangkaaan bawang di Kota Medan terjadi akibat berkurangnya impor masuk. Selama ini bawang impor yang masuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan produsen atau industri. Namun berkat kejasama yang telah dilakukan tadi, maka A Sing telah bersedia memenuhi kebutuhan bawang di Kota Medan.

Setelah itu, lanjut Walikota, pihaknya akan melakukan operasi pasar untuk mengecek apakah harga bawang merah maupun bawang putih telah stabil di pasaran. “Jika dalam pengecekan yang dilakukan harga bawang tetap mahal dan memberatkan masyarakat, maka saya akan menjumpai A Sing kembali,” tegasnya.

Disinggung mengenai bawang sitaan sebanyak 9 ton yang masih tertahan di gudang penyimpanan barang sitaan milik Bea dan Cukai Wilayah I Sumatera Utara di kawasan Belawan yang semula hendak dibeli dan akan didistribusikan untuk mengatasi kelangkaan bawang, Walikota membatalkannya. Sebab, kondisi bawang saat ini sudah mulai membusuk sehingga tidak layak konsumsi bagi masyarakat.

Padahal Walikota selama dua hari telah berupaya untuk mengeluarkan 9 ton bawang guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Meski orang nomor satu di Pemko Medan ini telah berupaya semaksimal mungkin namun prosesnya cukup rumit. Ditambah lagi kondisi bawang mulai membusuk sehingga Walikota urung  untuk membeli bawang tersebut.

Sementara itu A Sing selaku penanggung jawab PT ASR untuk mendistribusikan bawang ke seluruh daerah mengaku, pihaknya saat ini memiliki 25 kontainer berisi bawang putih dan bawang merah dari Cina. Setiap kontainer berisi 20 ton bawang sehinggal keseluruhan total bawang yang dimiliki mencapai 500 ton.

A Sing mengungkapkan, keseluruhan bawang itu hasil impor dari Cina. Sebab, ketersediaan bawang di tanah air saat ini sangat langka. Sumatera Barat yang selama ini menjadi sentra bawang stoknya sangat sedikit dan terbatas. Sebaliknya Brebes, Jawa tengah sebagai pemasok bawang merah di Indonesia mengalami gagal panen sehingga harganya sangat tinggi. “Sebagai solusinya, kita mengimpor bawang dari Cina,” jelas A Sing.

Ditegaskan A Sing, persedian bawang merah maupun bawang putih dari Cina tidak akan habis. Jika pemerintah mengizinkan impor bawang ditambah lagi, A Sing menjamin Kota Medan tidak akan kekurangan bawang. Harganya pun tetap terjangkau yang berkisar antara Rp15.000 sampai Rp20.000 per kilogram.

Dalam kesempatan itu A Sing menjelaskan, bawang di Indonesia sulit berkembang. Sebab, tanaman itu baru dapat hidup dengan baik jika ditamam 1.000 meter dari permukaan laut  dan memiliki 4 musim. Sedangkan Indonesia hanya memiliki 2 musim, kondisi itulah yang menyebabkan tanaman bawang sulit berkembang. (BS-024)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Panen Bawang dan Jeruk di Humbahas, Nawal Ajak Masyarakat Jaga Ketahanan Pangan

Ekonomi

Viral di Medsos, Pelaku Pemalakan Supir Pengangkut Bawang di Pasar Sambu Mengaku Setor untuk Ormas

Ekonomi

Bupati Samosir Serahkan Bantuan Penangkar Bibit Bawang Merah kepada Kelompok Tani Desa Cinta Dame

Ekonomi

Jalan Bawang Raya Perumnas Simalingkar Rusak Parah

Ekonomi

Wabup Humbahas Panen Bawang Merah di Lintongnihuta

Ekonomi

Pemko Padangsidimpuan Galakkan Tanam Bawang Merah