beritasumut.com-Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Kota Medan, Arman Chandra, mengimbau seluruh umat Buddha untuk merayakan tahun baru dengan penuh kesederhanaan.
Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra yang tengah dilanda bencana alam. Musibah tersebut menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan anggota keluarga tercinta.
Arman Chandra menegaskan bahwa kondisi tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk menumbuhkan rasa welas asih dan kepedulian sosial, sebagaimana diajarkan dalam nilai-nilai Buddhisme.
Ajakan Rayakan Tahun Baru Tanpa Hura-hura
Dalam imbauannya, Arman Chandra mengajak umat Buddha untuk tidak mengadakan perayaan Tahun Baru 2026 secara berlebihan atau pesta besar-besaran.
Menurutnya, suasana keprihatinan yang dirasakan para korban bencana perlu dihormati dengan sikap sederhana dan penuh empati.
Perayaan yang bersifat euforia diharapkan dapat digantikan dengan kegiatan yang lebih bermakna, seperti doa bersama, meditasi, serta kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Momentum Introspeksi dan Kebajikan
Pergantian tahun dinilai sebagai momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat nilai kebajikan, dan mempererat persaudaraan antarumat di tengah masyarakat yang majemuk.