beritasumut.comPengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Kota Medan menghadiri kegiatan Refleksi Akhir Tahun Bersama Majelis Agama-Agama yang digelar pada Sabtu siang, 27 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas iman sekaligus momen perenungan bersama dalam menyongsong pergantian tahun.
Dalam kegiatan tersebut, WALUBI Medan diwakili oleh Ibu Lily Kho, Ibu Florence, dan Bapak Andi Cen. Mereka hadir bersama para tokoh serta pengurus majelis agama-agama lainnya di Kota Medan.
Refleksi akhir tahun ini menjadi momen yang sarat makna bagi seluruh peserta. Para perwakilan agama diajak untuk meninjau kembali perjalanan sepanjang tahun, baik dalam kehidupan pribadi, organisasi keagamaan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap perwakilan agama menyampaikan pandangan serta nilai-nilai spiritual dari tradisinya masing-masing, khususnya terkait pentingnya introspeksi diri, penguatan batin, dan pembaruan komitmen untuk terus menumbuhkan kebajikan.
Dalam suasana yang hangat dan penuh persaudaraan, para tokoh agama saling berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang tahun. Isu-isu yang dibahas meliputi dinamika sosial, persoalan lingkungan, serta upaya menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Kota Medan.
Kehadiran WALUBI Medan dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata keterlibatan umat Buddha dalam memperkuat dialog lintas agama dan membangun komunikasi yang harmonis antarumat beragama. Partisipasi ini juga mencerminkan komitmen WALUBI untuk terus berkontribusi dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang damai dan toleran.
Selain sesi refleksi, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama dan penyampaian komitmen untuk mempererat kerja sama antarumat beragama di tahun mendatang. Para peserta sepakat bahwa nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama harus terus dijadikan landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Melalui kegiatan Refleksi Akhir Tahun Bersama Majelis Agama-Agama ini, WALUBI Medan berharap semangat kebersamaan dan dialog lintas iman yang telah terbangun dapat terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga Kota Medan senantiasa menjadi kota yang rukun, damai, dan menjadi teladan dalam merawat keberagaman demi masa depan yang lebih baik.