Larangan Impor Bahan Baku Plastik Berpotensi Lemahkan Industri Daur Ulang

Herman - Kamis, 27 September 2018 14:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092018/9714_Larangan-Impor-Bahan-Baku-Plastik-Berpotensi-Lemahkan-Industri-Daur-Ulang-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Sekjen Poros Maritim Nawacita, Rudi Maulana menyebut langkah yang dilakukan Menteri KLHK dan jajarannya tidak tepat dalam pengelolaan sampah plastik di laut yang memiliki potensi pengolahan sampah plastik yang berpotensi diekspor.

 

"Ini akibat isu sampah plastik yang dilontarkan Dr Jenna Jambek dari Georgia University ditelan mentah-mentah yang mengatakan Indonesia nomer 2 dari 192 negara sebagai penyumbang  sampah plastik, padahal sang peneliti ini justru menekankan pengelolaan sampah plastik dan terlihat yang diurus KLHK dan jajarannya sangat lemah," ungkap Rudi Maulana kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/09/2018).

 

Rudi Maulana menyatakan sektor daur ulang sampah plastik yang diekspor memberikan devisa nilai tambah yang menjajikan yang masih dilihat sebelah mata oleh sebahagian pihak baik Pemerintah maupun swasta.

 

"Kan kita sudah 73 tahun merdeka, bukan malah kebijakan KLHK  justru mematikan bahan baku industri daur ulang yang berasal dari impor untuk ekspor, mereka harus memahami bahwa sektor daur ulang terbukti sebagai  penghasil dollar yang dibutuhkan ekonomi Indonesia saat ini," kata Rudi Maulana.

 

Sekjen Poros Maritim Nawacita ini mengingatkan industri daur ulang sangat menentukan nasib pemulung yang jumlahnya jutaan bersama keluarganya. Jika industri daur ulang lumpuh maka mereka akan kehilangan penghasilan. Sungguh aneh yang dilakukan oleh Menteri KLHK hingga menstop bahan baku dari luar yang sangat murah dan dapat diolah menjadi nilai tambah baru dan menghasilkan dollar. Rudi Maulana melihat data dari Contrade UN Indonesia Surplus 40 Juta USD.

 

Rudi Maulana mengimbau agar KLHK mengerti dulu  apa sampah plastik dan apa itu bahan baku plastik. Sampah plastik yang dikatakan melimpah ternyata hanya mampu diserap sejumlah 1 juta Ton pertahun sesuai kriteria industri.

 

"Terus kalau tidak boleh impor bahan baku, Investasi yang sudah triliunan mati, apa KLHK mau ganti?," tanya Rudi.

 

Industri bahan baku plastik nasional dibutuhkan sebanyak 5,6 Juta Ton Per tahun yang  mampu dihasilkan dari Dalam Negeri Hanya 2,3 Juta Ton. Ditambah 1 juta Ton dari para pemulung, Artinya hampir 50 persen bahan baku harus diimpor. 

 

Rudi menyarankan, KLHK sungguh-sungguh mengolah sampah dengan baik, sampah plastik bisa dibuat listrik, dibuat bahan bakar, kenapa justru menstop impor scrap plastik untuk penghasil ekspor.

 

"Di Indonesia setau saya Peraturan Menteri Perdagangan No 31/2016 sudah bagus ada Surveyor Independen yang memeriksa Scrap yang masuk dari Luar Negeri jadi kecil kemungkinan dimasukkan scrap yang terkontaminasi mikroplastik atau kimia karena Surveyor sangat ketat. Malah Aneh dibilang Malasyia menstop padahal mereka sekarang membatasi dan mencontoh cara-cara Indonesia hanya Pabrik Daur Ulang yang butuh yang diberikan impor scrap," tambahnya.

 

Disela-sela wawancara, Sekjen Poros Maritim ditanya tentang pengenaan cukai plastik dan larangan penggunaan plastik di daerah daerah. Rudi hanya menjawab singkat, Semua jangan lebay dalam mengambil kebijakan. Itu hanya masalah pengelolaan sampah yang menjadi tanggung jawab KLHK.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Cerita Sumut

Polrestabes Medan Tangkap Truk Muatan Bahan Baku Plastik Bekas Impor

Cerita Sumut

Dalam Waktu 5 Jam, Kemenristekdikti Lakukan Bedah Rumah Tahan Gempa dari Bahan UPVC

Cerita Sumut

Lindungi Laut dari Sampah Plastik, Luhut Berbagi Peta Jalan Program Tri Hita Karana di WEF 2019

Cerita Sumut

Kemenperin: Sampah Plastik Menjadi Persoalan Serius di Indonesia

Cerita Sumut

Wakil Walikota Medan Hadiri Open House Tokoh Masyarakat Arman Chandra

Cerita Sumut

Mengkhawatirkan, Perlu Upaya Pengendalian Sampah Plastik