LPM Unimed Dampingi Pengusaha Mikro dalam Inovasi Produk untuk Menembus Pasar Modern

Herman - Senin, 18 September 2017 02:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/9649_LPM-Unimed-Dampingi-Pengusaha-Mikro-dalam-Inovasi-Produk-untuk-Menembus-Pasar-Modern.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Keberadaan usaha mikro sangat penting khususnya dalam menopang perekonomian nasional. Peran strategis usaha miko tersebut tidak diragukan lagi terutama kemampuan usaha mikro tersebut untuk mempertahankan usahanya meskipun dalam kondisi krisis ekonomi. 

 

Telah terbukti beberapa kali pada kondisi krisis ekonomi yang lalu sebagian usaha mikro tidak ikut gulung tikar. Usaha mikro khususnya yang menghasilkan produk-produk unggulan daerah mampu bertahan dan tetap eksis berproduksi 

 

Melihat peran strategis usaha mikro dalam menunjang peningkatan perekonomian masyarakat tersebut, LPM Unimed melakukan pengabdian masyarakat melalui pendampingan produksi berupa inovasi produk, manajemen usaha dan kemasan. Kegiatan dilakukan di Desa Sukadamai, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Minggu (17/09/2017) yang dilaksanakan langsung oleh Tim LPM Unimed. 

 

Salah satu usaha mikro yang dibina adalah usaha opak milik Bapak Muhamad Bakri. Usaha produksi opak “Bakri” mengalami kendala dalam usahanya terutama semakinn menurunnya omset penjualan. Hal ini disebabkan semakin banyaknya usaha sejenis di daerah tersebut dan juga rendahnya kemampuan dalam melakukan pengelolaan produk, disampaikan pada sela-sela pendampingan.

 

"Usaha opak kami sudah berjalan puluhan tahun, tapi belakangan ini omset semakin menurun karena banyaknya saingan. Bahkan munculnya supermarket, swalayan dan mini market membuat langganan kami mulai beralih ke produk mereka. Karena itu kami merasa sangat senang di dampingi LPM Unimed dalam memperbaiki manajemen usaha. khususnya diajari memproduksi emping ubi dengan kemasan seperti yang ada di toko-toko,” ungkap pengusaha UMKM tersebut.

 

Pada kegiatan pengabdian ini, LPM Unimed memberikan pendampingan produksi berupa diversifikasi produk olahan opak ubi. Opak yang biasanya pembuatannya dilakukan secara tradisional dengan cetakan dan ukuran besar, oleh tim LPM Unimed yang diketuai Dr Eko Wahyu Nugrahadi MSi di set-up menjadi emping ubi dengan ukuran kecil dan mencetaknya menggunakan mesin. Selain itu, dilakukan juga pendampingan dalam bentuk perancangan desain kemasan dengan membuat label produk dan kemasannya menggunakan impulse sealer. 

 

Melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan muncul produk emping ubi yang mampu bersaing di pasaran dan penjualannya bisa dititipkan di pasar modern yang ada di sekitar Kota Kisaran. “Sengaja dilakukan inovasi produk berupa emping ubi. Bahan bakunya tetap sama untuk produksi opak. Tetapi prosesnya kita berikan sentuhan teknologi tepat guna sehingga hasilnya lebih menarik, hygenis, diberi label atau merk produk serta dikemas seperti produk pabrik. Dengan demikian produk diharapkan mampu bersaing di pasar dan sudah memenuhi standar untuk dipasarkan melalui supermarket dan swalayan. Tinggal dilenngkapi standarisasi produknya dari BPOM dan ijin halal dari MUI,” tutur Doktor dalam bidang  Ekonomi tersebut.

 

Pada kesempatan monev tersebut, Kustoro mewakili LPM Unimed menyerahkan alat untuk produksi emping ubi berupa mesin penggiling ubi, mesin pencetak emping ubi dan mesin impulse sealer untuk kemasan.  Waktu ditanyakan keberlanjutan program, Kustoro menyatakan bahwa program pendampingan kepada usaha mikro akan tetap dilakukan secara terjadwal dan kontinyu. 

 

LPM Unimed  sudah melakukan penjajagan program kerjasama dengan MUI Sumut dan BPOM. karenanya diusahakan bahwa pendampingan yang akan datang terutama untuk melakukan sertifikasi dan standarisasi produk berupa ijin halal dari MUI dan standarisasi dari BPOM.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Cerita Sumut

Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar

Cerita Sumut

Dukung Promosi Produk UMKM, Pertamina Sumbagut Gelar Pasar Berkah Ramadan

Cerita Sumut

UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Sumbagut Dibekali Pelatihan Fotografi Produk

Cerita Sumut

Kadin Sumut Gelar Workshop UMKM Batch 4

Cerita Sumut

Pertamina UMK Academy 2025 Dukung Pelaku Usaha Semakin Maju dan Naik Kelas

Cerita Sumut

Walikota Medan Berharap Plaza UMKM Jadi Wadah Dorong Pengembangan Usaha Masyarakat