Beritasumut.com-Pada zaman seperti ini banyak manusia memiliki kesadaran yang kurang terhadap hutan. Hutan disia-siakan dan tidak di rawat. Kecerobohan manusia dapat mengakibatkan banyak sekali bencana alam terjadi seperti longsor, banjir, kebakaran hutan dan lainnya.
Di tengah hancurnya lingkungan yang disebabkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab, khususnya menebang hutan bakau atau biasa di sebut hutan mangrove, masih ada seorang mahasiswa Universitas Sumatra Utara (USU) yang peduli akan hal tersebut. Doni Latuparisa, mahasiswa kelahiran Stabat ini membuktikan kecintaannya terhadap lingkungan dengan membentuk komunitas penyelamat hutan mangrovee yang disebut KeMANGTEER.
Doni merupakan pendiri KeMANGTEER untuk Kota Medan, setelah sebelumnya KeMANGTEER terbentuk di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Malang, Yogyakarta, Tangerang, Serang, dan Langsa.
Sebagai seorang aktivis lingkungan, Doni telah banyak mengikuti kegiatan yang bersifat menyelamatkan lingkungan. Salah satu yang cukup membanggakan dan membawa harum nama Sumatera Utara ialah terpilihnya Doni sebagai salah satu finalis HiLo Green Leader 2015 mewakili Sumatera Utara.
Ajang tersebut merupakan kompetisi nasional yang mencari pemimpin peduli lingkungan yang disiarkan langsung di salah satu stasiun televisi nasional. Doni berhasil menyingkirkan 200 pesaingnya untuk daerah Sumatera Utara. “Mengikuti ajang nasional yang bergengsi seperti itu adalah kebanggan terbesar buat saya pribadi, apalagi membawa nama Sumatera Utara,” ujar Doni.
Untuk menjadi wakil Sumatera Utara dalam ajang nasional tersebut, proses yang dilalui oleh Doni tidaklah mudah. Awalnya, Doni mengirimkan video bertemakan lingkungan sebagai tahap pertama dalam pendaftaran. Dilanjutkan dengan menulis essai dan wawancara. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Doni terpilih menjadi Wakil Sumatera Utara.
Perjalanan Doni tak berhenti sampai di situ. Doni dan 12 grand finalist lainnya menjalani masa karantina yaitu selama 7 hari. Banyak kegiatan yang di lakukan seperti kelas lingkungan, kelas public appereance, dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan trip ke beberapa provinsi di Indonesia. Pada malam puncak ajang tersebut, Doni berhasil menyabet Doni penghargaan sebagai Top 3 The Best Social Greener di ajang HiLo Green Leader tersebut.
Sumatera Utara patut berbangga karena memiliki sosok pemuda yang sangat peduli akan lingkungan dan memiliki prestasi yang membanggakan untuk Sumatera Utara. Tidak banyak anak muda zaman sekarang yang seperti Doni, memiliki jiwa sosial yang tinggi terutama untuk masalah lingkungan yang jarang sekali terperhatikan oleh para anak muda. Sudah saatnya kita mencotoh apa yang Doni lakukan. Kalau bukan kita, siapa lagi.(Ditulis oleh Radix Publisher, mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU)